Pesan Dzikir dari Kakek Shodiq

Pesan Dzikir dari Kakek Shodiq
Situbondo, himmahkpi.com Sejenak aku beristirahat dari kelelahan yang sangat. Setelah usai membantu mempersiapkan  acara pernikahan saudara dari Tuan Guru Syarifah Fatma Assegaf yang berlangsung dengan meriah di gedung Bayangkara Situbondo. Aku bersama kawanku Nur Imama yang hendak menunggu jemputan mobil pesantren mendadak merasa iba ketika melihat sosok kakek renta yang sedang sibuk mengais sampah sisa acara tadi. 

Aku memandanginya sejenak, ingin tau apa yang hendak ia perbuat. Alhasil, kakek tersebut mencari botol-botol bekas serta sisa makanan yang ada di sekitar lokasi Bayangkara. Tanpa pikir panjang aku bergerak menuju kakek tersebut dan memberikan sekotak roti oleh-oleh dari acara pernikahan tadi. "Makasih ya nak, nanti kakek makan rotinya sore" jawabnya setelah mengunyah makanan sisa itu. Semua teman-teman ku berkumpul untuk satu tujuan yaitu menunggu mobil, Nur dan Ria juga merasa  iba ingin memberikan sesuatu yang berharga pada sang kakek. Nur pun memberikan sekotak roti dan Ria juga menambahinya sekotak roti dan  selembar uang Rp. 20.000.

Cukup lama kita memandangi sang kakek makan sesuap demi sesuap nasi sisa itu, begitu lahapnya ia. Sehingga aku angkat suara "kakek asalnya dari mana?" 
"Saya dari Jember nak" sahut sang kakek. Kakek itu bernama Ahmad Sodiq dan biasa di panggil Pak Sodiq, ia berasal dari Jember dan tinggal di Panarukan sendirian tanpa seorang istri, sebab istrinya telah meninggal beberapa tahun lalu. Ia memiliki seorang putri yang masih sekolah SMA di Jember bersama ibu dari sang kakek tersebut. 

Tiba-tiba ia berkata "Nak kakek cuman mau ingetin ke kalian, kelak di kubur pasti malaikat akan mempertanyakan sholat, kakek harap kalian semua jangan sampai lupa  sholat dan juga dzikirnya nak, sebab sholat  dan dzikir dapat membawa kita kepada ketenangan dunia dan akhirat" pesan kakek Sodiq. 

Mendadak aku teringat pada diriku sendiri yang selalu lalai akan akan mengerjakan sholat 5 waktu. Seusai kakek mengatakan pesan tersebut kakek Sodiq terus bercerita tentang kisah hidupnya serta juga menceritakan tentang siksa kubur dan akhirat. Kemudian ia berucap lagi "hidup harus di syukuri nak, Jangan buang masa mudamu untuk sesuatu yang tak penting, perbanyaklah sholat serta dzikir dan jangan lupa untuk banyak bersyukur kepada Allah" lanjut kakek Sodiq dengan mata berkaca-kaca. Aku dan kawanku tertegun. "Subhanallah, luar biasa kakek ini" kataku dalam hati. 

Setelah lama kami berbincang dengan kakek Sodiq jemputan yang kami tunggu sejak tadi datang dan kami semua berpamitan untuk kembali ke penjara suci. 

Kisah tersebut mengingatkan kembali pada diri kita sendiri khususnya, serta pada umat muslim pada umumnya untuk selalu tidak melalaikan shalat 5 waktu sebab kewajiban tersebut pastinya akan di tagih kelak di akhirat. Dan hikmah yang lainnya adalah untuk tetap bersyukur terhadap pemberian sang Ilahi kepada setiap insan-Nya.

Anya,

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama