Language Is Not Everything But Everything Without Language Is Nothing

Dokumentasi saat mewawancarai narasumber

SITUBONDO, (Himmahkpi.com) - Berbicara tentang Bahasa sehari-hari tentu tidak akan lepas dari aktifitas manusia sampai kapanpun, khususnya dengan pembicaraan yang dilatar belakangi oleh pekerjaan, hobby dan lain sebagainya, dengan menggunakan Bahasa Resmi Nasional, bahasa Suku, maupun dengan Bahasa Internasional. 

Berbeda dengan salah satu Akademisi yang juga merupakan salah satu dosen di STAI Nurul Huda, sebut saja Agung wijaksono M.Pd, salah satu alumni Pondok pesantren Gontor. Yakni sebuah Pondok yang lebih populer dikenal dengan Pondok millenial yang berada di di Kabupaten Ponorogo, jawa timur. 

Bertempat diruangan akademik perguruan tingginya tepat pada Jumat (23/04/2021) seusai mengajar diminta untuk membahas bagaimana pentingnya memahami Bahasa, berkenaan dengan Bahasa nasional, Maupun Bahasa di negara-negara lainnya.  Yang mana Agung wijaksono ini diantara Basic skill nya, ada beberapa Bahasa yang sudah bisa dibilang bisa dan paham dalam berdialog, berdialektik dengan Bahasa yang sudah digelutinya. 

Adapun diantara beberapa bahasa yang sudah bisa diaplikasikan dalam kesehariannya dengan kawan-kawanya yang ada dinegara lain, yakni Bahasa inggris, Bahasa arab, serta yang jelas Bahasa indonesia juga, luar biasa bukan !. 

Agung wijaksono menyampaikan "Bahwa diantara berbagai alasan memahami banyak bahasa yakni, disebabkan adanya sebuah Nadzar sang Ibundanya, yakni apabila mempunyai anak laki-laki ternyata akan dimondokkan di gontor, dan ternyata oh ternyata semuanya dimondokkan digontor,". Saat disuguhkan awal pertama kali pertanyaan. 

Saat berada dipondoknya, beliau ditempatkan disalah satu asrama MIDO'AH, yakni sebuah Asrama yang orangnya dominan Adalah orang-orang Eropa, sehingga disitulah Timbul Ketertarikan serta kemauan-nya untuk memahami Bahasa Asing. 

Terpancar dari tutur dan ekspresinya beliau menambahkan bahwa, pentingnya memahami dan harus bisa Bahasa Asing nantinya "Agar ilmu Kita tidak Muter-Muter diantara Sabang dan Merauke ( Bahasa indonesia saja ) sebab Orang Yang memiliki kelebihan dapat memahami Bahasa asing lainnya, karena dapat dipastikan akan memiki kecerdasan yang lebih dari pada biasanya". 

Berangkat dari kemauan dan rasa keingin tahuan yang tinggi untuk memahami bahasa lainnya dapat menjadi motivasi penuh bagi dirinya. Termasuk juga dalam hal memahami candaan dari Bahasa asing lainnya, dengan Tutur sambil diiringi sebuah senyuman. 

Beliau berpesan diakhir penyampaiannya kepada siapapun khususnya bagi pelajar/siswa/mahasiswa,"Language is not everything but everything without language is nothing"( Bahasa bukan segalanya, tapi segalanya tanpa bahasa maka tidak akan berguna)


Irul

2 Komentar

  1. Berita yang sangat simple padat dan jelas. God job himmah KPI. Semoga semakin majuđź‘Ť

    BalasHapus
  2. Amin Amin ya Mujibassailin
    Terima kasih atas doanya @Unknown

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama